
JawaPos.com – Pemanfaatan data dalam bisnis saat ini memang mulai banyak dilakukan. Namun, era Big Data yang digadang-gadang bisa memudahkan banyak sektor pekerjaan nyatanya juga tidak gampang diimplementasikan.
Indonesia juga dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan dalam memanfaatkan teknologi Big Data, khususnya dari segi pengelolaan data yang ada. Hal ini disampaikan oleh Benni Adham selaku CEO & Product Creator Paques salah satu penyedia solusi Big Data analitik buatan Indonesia.
Melalui bincang media secara daring dengan tajuk ‘Big Data-Take a Peek in Your Data, Know Your Business’, Benni menerangkan, salah satu tantangan yang dihadapi dalam pemanfaatan Big Data untuk mengelola data di Indonesia adalah keuangan.Baca juga:Dirjen Pajak Sebut 5,4 juta Wajib Pajak Laporkan SPT Tahunan 2021
“Banyak pihak belum mampu mengolah data dan bisa menghasilkan pendapatan baru dengan pemanfaatan teknologi Big Data. Sebab, dana menjadi pertimbangan,” kata Benni di acara daring pada Kamis (10/3).
Selain persoalan dana atau keuangan, Benni menjelaskan bahwa tantangan lain yang harus dihadapi ialah persoalan kecepatan data itu sendiri. Dia mengilustrasikan tanpa kecepatan, ketersediaan dana, teknologi pendukung yang ada akan terasa sia-sia.
“Percuma ketika punya dana, lalu upaya dalam memanfaatkan Big Data sudah mumpuni, tetapi faktor speed (kecepatan) tidak diperhatikan,” lanjut Benni.Baca juga:Jatah Minim Picu Permainan, Pupuk Subsidi Sudah seperti Barang Mewah
Sementara itu, Pakar Teknologi Informasi Onno W. Purbo dalam kesempatan yang sama memaparkan, data elektronik memang sangat penting agar bisa dikelola dan dapat diaplikasikan sesuai kebutuhan. Namun, masalah terbesar yang dihadapi di Indonesia masih menerapkan penyimpanan data print out mayoritasnya, ini berbahaya.
Padahal, sambung Onno, dalam pemanfaatan Big Data yang dibutuhkan adalah data berbentuk digital bukan justru data fisik. Penyimpanan data fisik dinilai punya risiko yang besar dan rentan disalahgunakan.
“Nantinya, data digital bisa memakai teknologi Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan, Machine Learning, untuk dilakukan analisis oleh data science supaya kita dapat melakukan pengaplikasian, hingga prediksi, dan sebagainya,” terang dia.Baca juga:Hetty Sunjaya Minta Ahli Waris dan Anak Angkat Dorce Patuhi Hukum
Melalui acara komprehensif yang membahas seputar pentingnya pemanfaatan data secara efisien dalam bisnis sekaligus memperkenalkan PQL (Paques Query Language), bahasa pemrograman buatan Paques dengan keunggulan pada kecepatan dan kemudahan yang ditawarkan.
Solusi tersebut diklaim telah dirancang untuk menghadapi masalah inefisiensi pengolahan data, menyediakan kecepatan dan kemudahan bagi pengguna bisnis guna mempercepat waktu pemasaran.
Pengolahan data yang umumnya merupakan proses yang kompleks dikatakan dapat dikerjakan hanya menggunakan satu platform dengan performa tinggi oleh Paques, menggunakan bahasa pemrogaman yang dibuat sendiri, yaitu PQL (Paques Query Language) dilengkapi Distributed Asynchronous Parallel Pipeline Processing yang mana adalah core dari Paques itu sendiri.Baca juga:IKAPPI Bantah Stok Minyak Goreng Melimpah di Pasar
Selain itu, bahasa pemrogaman buatan Paques ini memungkinkan pengguna tanpa kemampuan koding untuk mengoperasikan Paques secara mudah dengan adanya fitur drag-and-drop, secara praktis dan signifikan dapat menyederhanakan proses data analitik pengguna bisnis.